Banyak orang mengira, bahwa “Ilmu Laduni” itu sangat sulit didapat. Mereka berkata bahwa Ilmu Laduni itu berada diluar jangkauan manusia, padahal tidaklah demikian. Untuk mendapatkan Ilmu Laduni ini hanya dengan jalan membangun sebab-sebab yang sanggup menghasilkan akibat.

Quantum Laduni Quotient (Quantum Kecerdasan Laduni) atau di singkat Quantum Laduni (QL) yaitu merupakan kulminasi dan intisari dari pembinaan Quantum Mind Technology. Atau merupakan sebuah internalisasi penguasaan (Mastery) dari keilmuan yang telah diberikan, dalam bahasa NLP level penguasaan kompetensi ini disebut Unconscious Competence (Suatu kompetensi/keahlian yg sudah mbalung sumsum menyatu dengan diri dan akan secara otomatis muncul di dikala diperlukan). Dan mulai di pembinaan yang akan datang, akan saya kupas dan kaji dengan lebih dalam.

Hal itu ditandai dengan kemampuan siswa yang sudah berjalan secara otomatis tanpa perlu banyak berfikir. Seakan-akan mengalir begitu saja. Secara Refleks muncul dikala diperlukan, Daya refleks serta daya intuisi siswa meningkat semakin tajam. Ya… Qolbu sudah selaras dengan Pusat Kecerdasan dan kebijaksanaan yang tak terbatas di Zona Quantum Ikhlas Inti Qolbu. Selaras dengan daya Ilahi, dan teraliri oleh Daya Ilahi setiap dikala dan setiap waktu. Senantiasa Memperoleh bimbingan dan tuntunan dari Ilahi, bisa mendengar serta berkomunikasi dengan Tuhan setiap dikala melalui tuntunan Ilahi yang ada di hati Nuraninya.

Ada yang menyampaikan laduni itu ilmunya para wali. Trus…
Kok saya punya Program Pelajaran Quantum Laduni dalam Workshop Quantum Mind Technology. emangnya anda ini apakah termasuk wali…. Demikian tanya seorang sahabat….

Maka saya jawab, saya hanya seorang Wali Murid yg sedang memodel (meneladani) para Waliyullah….. Bolehkan….?
Hehehehe……

Al-Imam as-Suyuti ra. berkata:
Banyak orang mengira, bahwa “Ilmu Laduni” itu sangat sulit didapat. Mereka berkata bahwa Ilmu Laduni itu berada diluar jangkauan manusia, padahal tidaklah demikian. Untuk mendapatkan Ilmu Laduni ini hanya dengan jalan membangun sebab-sebab yang sanggup menghasilkan akibat.

Bagi para filusuf, kesempurnaan insan diperoleh melalui pengetahuan kebijaksanaan (ma’rifat aqliyah), sedangkan para sufi melalui pengetahuan hati (ma’rifat qalbiyah). Akal dan hati sama-sama merupakan daya berpikir.

Baca Juga :  Lirik Lagu Liza Hanim - Sudah Usang Memendam Rasa

Menurut sufi, hati yang bersifat nurani itulah sebagai wadah atau sumber ma’rifat –suatu alat untuk mengetahui hal-hal yang Ilahi.

Penggalian model-model kecerdasan untuk mempercepat proses berpikir, masih terus dilakukan para jago di bidangnya. Setelah ditemukan belahan otak kanan dan otak kiri, sekarang ditemukan lagi pilahan otak tengah. Penemuan-penemuan tersebut dimaksudkan untuk mempercepat proses kecerdasan tersebut. Lalu, adakah model-model kecerdasan yang bisa digali dari al-Qur’an? “Kecerdasan otak hanya belahan kecil dari seluruh totalitas kecerdasan manusia. Dalam bahasa agama kita mengenal istilah qalbun salim dan aqlun dzakiyyun… hati dan kebijaksanaan yang tercerahkan,” tutur Ilung S. Enha, Penulis buku Laduni Quotient; Model Kecerdasan Masa Depan.

Untuk bisa memperoleh kecerdasan laduni, seseorang harus sanggup masuk ke sentra gravitasi energi ruh. Di ruang sentra gravitasi energi ruh tak hanya menyimpan energi kecerdasan semata, melainkan juga energi kekuatan, energi kecermatan, energi percepatan, energi kesabaran, energi keikhlasan, energi gerak yang tiada kenal putus asa, energi niat dan kesungguhan, energi inovasi, energi damai dan kebeningan, serta sederet energi-energi lain yang bisa kita perpanjang sendiri.

Di wilayah sentra energi ruh inilah, segala bentuk energi itu telah manunggal menjadi satu-kesatuan yang tak terpilahkan. Dengan benih energi inilah, apa yang saya sebut dengan Quantum Laduni Quotient (Quantum Kecerdasan Laduni) tumbuh dan berkembang.

Mula-mula benih itu tertanam di kedalaman lubb. Lalu dipancarkan oleh bashîrah ke dalam ruangan qalb. Dari sana kemudian mengalir menuju fu’âd dan shadr. Lantas disambungkan oleh kebijaksanaan ke tabung intuisi dan tabung pikiran. Dengan totalitas kecerdasan itulah, seseorang akan sanggup menyongsong seruan-Nya: “Dan bertakwalah, pasti Tuhan yang mengajarimu.” (QS. al-Baqarah: 282).

QUANTUM LADUNI bahwasanya merupakan kecerdasan pemikiran yang bersifat ruhaniah. QL tak tiba dengan tiba-tiba. Kinerja QL tidak saja memerlukan optimalisasi dari potensi otak, melainkan pula dengan mendayagunakan akal, melipatgandakan potensi hati, hingga merambah ke wilayah ruh-ruhaniah. Itulah sebabnya, kecer­dasan laduni tak mungkin tumbuh hanya dengan meng­gu­nakan potensi berpikir, namun juga dengan mendayagunakan Potensi Inti Ruh.. Dengan menggabungkan kedua potensi itu serta dipadukan dengan getaran Kesadaran Murni Inti Ruh dan kebeningan doa, kecerdasan laduni akan tumbuh pada jiwa seseorang.

Baca Juga :  Lirik Lagu I Love You – Judika

Banyak temuan gres dibidang genetika sikap dan neurobiologi, menyampaikan bahwa setiap insan sudah diwarisi dalam dirinya kecenderungan yang membuat otaknya haus sekaligus siap mendapatkan tuntunan “Kekuatan yang lebih tinggi”. Kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Karena itu insan menggeser fokus pengembangan diri dari proses yang berbasis pikiran dan kinerja otak menuju proses yang lebih berbasiskan perasaan dan kinerja jantung (QOLBU). Sebuah proses pengembangan diri yang menggabungkan kekuatan sains dan motivasi ketuhanan (spiritual).

Karena kita sudah melihat bagaimana proses pengembangan diri yang melambungkan ego (fikiran) insan dan telah berhasil membuat banyak sekali kenyaman hidup, hanya berhasil sedikit dalam memberi sumbangsih untuk kebahagiaan hidup.

Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya beliau dengan kebahagiaan yang beliau cari, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan. Sejengkal kesuksesan yang berhasil diraih insan harus dibayar oleh semakin lebarnya jurang permusuhan dan penderitaan yang menganga diantara sesama manusia, makhluk dan bahkan dengan Tuhannya.

Bila dikaitkan dengan konsepsi kecerdasan yang selama ini telah diakrabi semisal Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Laduni Quotient (LQ) Kecerdasan Laduni, mengisi celah-celah kekosongan paradigmatik-eksistensial yang ditanggalkan.

Konsepsi kecerdasan itu masih mengabaikan ruang ruhani dengan segala perangkatnya (dzauq, aql, shadr, fu’âd, qalb, bashîrah, dan lubb) yang beroperasi di wilayah hati. Karena itu, takkan sanggup mengungkap kebenaran realitas dengan se­benar-benarnya dan seterang-terangnya. Apalagi arus globalisasi dan teknologi warta yang terus bergelombang acapkali membuat pusaran duduk perkara yang pelik. Tak jarang insan tiba-tiba tergeragap. Menyadari betapa kebijaksanaan buntu berpikir dan bebal. Emosi pun liar serupa daun kering yang gampang terbakar. Sampai-sampai terombang-ambing di tengah ketidakpastian.

Baca Juga :  Lirik Lagu Last Child - Dunia Untukmu

Fenomena ini sering menghantui masyarakat modern di tengah realitas serba tak terduga (hiperrealitas). Potensi kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan ESQ tak bisa lagi menjadi sandaran. Untuk itu, dibutuh­kan sebuah kebijaksanaan yang lebih luas dan lebih dalam dari itu. Logika laduni merupakan pengejawantahan dari kecerdasan ruhaniah yang merupakan puncak akumu­lasi dari kebijaksanaan rasional, kebijaksanaan intuitif, dan kebijaksanaan spiritual.

QUANTUM LADUNI (QL) mengusung misi memadukan perangkat kecerdasan otak dan perangkat kecerdasan hati, untuk kemudian dihu­bung­kan ke sentra atmosfir energi ruh. Sebab, untuk sanggup mem­fungsi­kan Laduni Quotien (LQ) dibutuhkan energi yang sangat besar. Sedangkan energi yang berkumpar di dalam hati, masih kurang mencukupi. Apalagi sekadar energi yang terkandung di dalam otak manusia.

Di ruang sentra atmosfir energi ruh terkandung segala bentuk energi yang dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup ma­nusia dan guna mempercepat proses kecerdasan. Tak hanya ener­gi kecerdasan yang tersimpan di sana, melainkan juga ener­gi kesadaran, energi kekuatan, energi kecermatan, energi perce­pat­an, energi kesabaran, energi keikhlasan, energi gerak yang tiada kenal putus asa, energi niat dan kesungguhan, energi ino­vasi, energi damai dan kebeningan, serta sederet energi-energi lain yang bisa diurai sendiri.

Change your Mind, Upgrade Your soul, Change your life!

“.dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Tuhan mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. bahwasanya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan bahwasanya merugilah orang yang mengotorinya.” QS. Asy-Syams 91:7-10 )

Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.“( QS. Az-Zumar 39:70 )

Upgrade Your Soft Skills
Join Us in